🕌 PANDUAN TATA CARA SHALAT IDUL FITRI
Untuk Imam dan Makmum
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Shalat Idul Fitri hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Shalat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah, dan dilaksanakan sebelum khutbah Idul Fitri disampaikan. Agar ibadah kita di pagi hari raya semakin sempurna, berikut adalah panduan praktis tata cara shalat Idul Fitri beserta bacaannya.
1. Niat Shalat Idul Fitri
Niat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram. Boleh juga dilafalkan secara lisan sebelumnya untuk memantapkan hati.
Niat untuk Imam:
"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat untuk Makmum:
"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mūman lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
2. Rakaat Pertama
Urutan pelaksanaan pada rakaat pertama adalah sebagai berikut:
Di sela-sela setiap takbir tambahan (antara takbir pertama dan kedua, kedua dan ketiga, dst), disunnahkan membaca tasbih berikut secara pelan (sirr):
"Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
3. Rakaat Kedua
Setelah bangkit dari sujud dan berdiri tegak (Takbir Intiqal), urutannya adalah:
Sama seperti rakaat pertama, di sela-sela setiap takbir tambahan membaca:
4. Setelah Shalat (Mendengarkan Khutbah)
Berbeda dengan shalat Jumat di mana khutbah dilakukan sebelum shalat, pada shalat Idul Fitri, khutbah dilakukan setelah shalat selesai.
Bagi jamaah (makmum), sangat dianjurkan untuk tidak langsung pulang setelah salam. Duduklah sejenak dengan tenang, perbanyak takbir dan dzikir, serta dengarkanlah khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Khatib dari awal hingga selesai, agar pahala ibadah Idul Fitri kita utuh dan sempurna.
"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum."
Semoga Allah menerima amal ibadah puasa kita semua.
Tulis Komentar
Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.