Kembali

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Tata Cara Shalat Idul Fitri

March 19, 2026

🕌 PANDUAN TATA CARA SHALAT IDUL FITRI

Untuk Imam dan Makmum

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Shalat Idul Fitri hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Shalat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah, dan dilaksanakan sebelum khutbah Idul Fitri disampaikan. Agar ibadah kita di pagi hari raya semakin sempurna, berikut adalah panduan praktis tata cara shalat Idul Fitri beserta bacaannya.


1. Niat Shalat Idul Fitri

Niat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram. Boleh juga dilafalkan secara lisan sebelumnya untuk memantapkan hati.

Niat untuk Imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat untuk Makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mūman lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."


2. Rakaat Pertama

Urutan pelaksanaan pada rakaat pertama adalah sebagai berikut:

A. Takbiratul Ihram (mengangkat tangan sambil mengucapkan Allahu Akbar).
B. Membaca Doa Iftitah (Kabiran wal hamdulillahi katsira...).
C. Takbir Tambahan 7 Kali (Takbir Zawaid). Imam dan makmum mengangkat tangan dan bertakbir sebanyak 7 kali.

Di sela-sela setiap takbir tambahan (antara takbir pertama dan kedua, kedua dan ketiga, dst), disunnahkan membaca tasbih berikut secara pelan (sirr):

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

"Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

D. Membaca Surat Al-Fatihah. Imam membaca dengan suara nyaring (jahr). Makmum mendengarkan, lalu membaca Al-Fatihah sendiri secara pelan.
E. Membaca Surat Pendek. Disunnahkan bagi Imam untuk membaca Surat Al-A'la (Sabbihisma rabbikal a'la) atau Surat Qaf. Makmum cukup mendengarkan bacaan Imam.
F. Ruku', I'tidal, dan Sujud seperti shalat biasa hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.


3. Rakaat Kedua

Setelah bangkit dari sujud dan berdiri tegak (Takbir Intiqal), urutannya adalah:

A. Takbir Tambahan 5 Kali. Imam dan makmum mengangkat tangan dan bertakbir sebanyak 5 kali.

Sama seperti rakaat pertama, di sela-sela setiap takbir tambahan membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

B. Membaca Surat Al-Fatihah. Imam membaca dengan nyaring.
C. Membaca Surat Pendek. Disunnahkan bagi Imam membaca Surat Al-Ghasyiyah (Hal ataka haditsul ghasyiyah) atau Surat Al-Qamar. Makmum mendengarkan.
D. Ruku', Sujud, Tahiyat Akhir, dan Salam. Dikerjakan sama persis seperti shalat sunnah pada umumnya.


4. Setelah Shalat (Mendengarkan Khutbah)

Berbeda dengan shalat Jumat di mana khutbah dilakukan sebelum shalat, pada shalat Idul Fitri, khutbah dilakukan setelah shalat selesai.

Bagi jamaah (makmum), sangat dianjurkan untuk tidak langsung pulang setelah salam. Duduklah sejenak dengan tenang, perbanyak takbir dan dzikir, serta dengarkanlah khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Khatib dari awal hingga selesai, agar pahala ibadah Idul Fitri kita utuh dan sempurna.

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ

"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum."
Semoga Allah menerima amal ibadah puasa kita semua.


Bagikan artikel ini:

Komentar

Tulis Komentar

Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.

Memuat data...