🕋 KHUTBAH PERTAMA
Mukadimah
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Bapak-bapak, Saudara-saudaraku Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Pertama-tama, dari atas mimbar yang mulia ini, khatib mengajak diri khatib pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ. Takwa dalam arti yang sesungguhnya: menjalankan apa yang Allah perintahkan sedaya upaya kita, dan menjauhi segala yang dilarang-Nya, baik saat kita berada di keramaian maupun saat kita sedang bersendirian.
Hari ini, Allah masih memberikan kita nikmat sehat, nikmat iman, dan kesempatan untuk melangkahkan kaki ke masjid di desa kita tercinta, Desa Karang Baru. Mari kita syukuri nikmat ini dengan niat yang tulus untuk terus memperbaiki diri.
Ancaman Judi dan Narkoba bagi Generasi Muda
Saudara-saudaraku yang saya hormati,
Desa Karang Baru ini adalah rumah kita bersama. Di tanah inilah kita mencari rezeki, membesarkan anak-anak kita, dan merajut persaudaraan antartetangga. Namun, mari sejenak kita merenung dan melihat ke dalam diri dan lingkungan kita. Apakah desa kita saat ini sedang baik-baik saja? Ataukah diam-diam, keberkahan mulai dicabut oleh Allah karena kelalaian kita sendiri?
Akhir-akhir ini, kita mendapati kenyataan yang menyayat hati. Anak-anak muda yang seharusnya menjadi penerus masa depan desa, mulai terjerat oleh gelapnya narkoba dan perjudian, baik judi darat maupun judi online di layar telepon pintar mereka. Mereka mencari hiburan yang menipu, membakar uang yang dicari dengan keringat, dan merusak akal sehat.
Allah ﷻ dengan tegas telah mengingatkan kita dalam Surah Al-Ma'idah ayat 90:
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah: 90)
Mari kita jaga anak-anak kita, Bapak-bapak sekalian. Jangan biarkan mereka salah pergaulan. Rangkul mereka dengan kasih sayang, ajak mereka bicara dari hati ke hati, dan sibukkan mereka dengan kegiatan yang bermanfaat di masjid atau di desa.
Memakmurkan Masjid sebagai Benteng Iman
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Maksiat seperti judi dan narkoba sering kali masuk ketika benteng keimanan kita rapuh. Dan benteng utama seorang Muslim adalah Shalat. Sangat disayangkan, di desa kita yang damai ini, masih ada saudara-saudara kita yang berat hatinya untuk mendirikan shalat. Bahkan, di antara kita kaum laki-laki, banyak yang rajin shalat, namun enggan melangkahkan kakinya ke masjid untuk berjamaah.
Padahal, masjid ini dibangun untuk dimakmurkan. Jika kaum laki-lakinya lebih betah nongkrong di warung atau di pos ronda saat azan berkumandang, lalu siapa yang akan membela agama Allah di desa ini? Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang shahih:
“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari kita ramaikan kembali masjid kita. Laki-laki sejati adalah mereka yang hatinya terpaut dengan masjid. Dari masjid inilah, persatuan dan kerukunan warga Desa Karang Baru akan terbentuk.
Bahaya Riba dan Tanggung Jawab Pemimpin
Saudara-saudaraku sebangsa sedesa,
Khatib memahami, kehidupan di desa tidak selalu mudah. Ada kalanya panen gagal, dagangan sepi, atau kebutuhan keluarga mendesak. Namun, sesulit apa pun keadaan ekonomi kita, jangan pernah sekali-kali kita mencari jalan keluar melalui rentenir atau pinjaman berbunga (riba) yang mencekik.
Pinjaman riba mungkin terlihat menolong di awal, tapi sejatinya ia adalah lintah yang menghisap darah dan ketenangan rumah tangga kita. Rasulullah ﷺ melaknat praktik ini. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah melaknat pemakan riba, penyumbangnya, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda: "Mereka semua sama (dalam dosa)."
Jika ada tetangga kita yang kesusahan, di sinilah letak ujian persaudaraan kita. Jangan biarkan warga kita kelaparan atau terjerat rentenir sementara kita tidur dalam keadaan kenyang.
Di sinilah peran penting para pemegang amanah, para pemimpin dan pejabat di desa kita. Jika kita diberi titipan jabatan, jadikanlah jabatan itu sebagai alat untuk menolong rakyat yang lemah, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau mementingkan golongan tertentu.
Mari kita ingat sebuah kisah teladan dari Amirul Mukminin, Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Suatu malam, beliau berpatroli ke pelosok desa dan menemukan seorang ibu yang sedang memasak batu di dalam periuk hanya untuk menenangkan anak-anaknya yang menangis kelaparan, agar mereka tertidur.
Mengetahui hal itu, apakah Umar menyuruh bawahannya? Tidak. Khalifah Umar bin Khattab menangis, lalu ia sendiri yang berlari ke Baitul Mal, memanggul sekarung gandum di atas punggungnya. Ketika asistennya menawarkan diri untuk memanggulnya, Umar membentak: "Apakah engkau mau memikul dosa-dosaku di hari kiamat kelak? Aku yang menjadi pemimpin mereka, maka aku yang bertanggung jawab atas kelaparan mereka!"
Inilah amanah, Saudara-saudaraku. Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58:
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya..." (QS. An-Nisa: 58)
Semoga para pemimpin kita di Desa Karang Baru senantiasa diberikan hidayah untuk melayani masyarakat dengan tulus, adil, dan penuh kasih sayang.
Keluarga dan Berbakti kepada Orang Tua
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebagai penutup di khutbah pertama ini, khatib ingin mengingatkan tentang benteng terkecil dalam masyarakat, yaitu Keluarga. Sungguh ironis jika di desa kita yang menjunjung adab ini, masih ada anak yang berani menghardik, melawan, bahkan durhaka kepada kedua orang tuanya. Padahal, ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua. Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al-Isra: 23)
Begitu pula antar sesama saudara kandung. Janganlah karena urusan sepetak tanah, harta warisan, atau masalah duniawi yang fana, kita sampai putus silaturahmi, saling benci, dan tidak bertegur sapa. Harta dunia tidak akan kita bawa mati. Kain kafan kita tidak bersaku. Yang akan menolong kita di alam kubur adalah doa anak yang shalih dan tali persaudaraan yang terus tersambung karena Allah.
Mari kita jadikan hari Jumat ini sebagai titik balik. Kita mulai perbaikan dari diri kita sendiri, keluarga kita, dan lingkungan kita. Kita kembali ke masjid, kita tinggalkan maksiat dan riba, dan kita peluk erat orang tua serta saudara-saudara kita. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya untuk Desa Karang Baru yang kita cintai ini.
🕋 KHUTBAH KEDUA
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
Jamaah shalat Jumat yang berbahagia,
Di penghujung khutbah ini, mari kita satukan hati, menundukkan kepala, dan mengangkat kedua tangan kita. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Kita doakan diri kita, keluarga kita, dan seluruh warga Desa Karang Baru agar senantiasa berada dalam lindungan dan petunjuk-Nya.
Ya Allah Yang Maha Pengampun... Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan saudara-saudara kami warga Desa Karang Baru. Sayangilah orang tua kami sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil. Lembutkanlah hati kami agar senantiasa berbakti kepada mereka.
Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati... Tuntunlah anak-anak muda kami di desa ini. Jauhkanlah mereka dari godaan narkoba, minuman keras, dan perjudian yang menyesatkan. Jadikanlah mereka pemuda-pemuda yang mencintai masjid-Mu dan patuh pada syariat-Mu.
Ya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki... Cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal, sehingga kami tidak tergiur dengan yang haram. Bebaskanlah warga kami dari lilitan utang riba dan rentenir. Lapangkanlah dada kami untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan.
Ya Allah Yang Maha Adil... Berikanlah taufik dan hidayah kepada para pemimpin kami. Jadikanlah mereka pemimpin yang amanah, yang peduli kepada rakyat kecil, yang adil, dan jauh dari sifat mementingkan diri sendiri.
Ya Allah... Damaikanlah hati kami yang sedang berselisih. Satukanlah kembali persaudaraan di antara keluarga-keluarga di desa ini yang terputus karena urusan dunia. Jadikanlah desa kami Karang Baru sebagai desa yang aman, damai, rukun, sejahtera, dan senantiasa turun rahmat-Mu di atasnya (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
أَقِمِ الصَّلَاةَ...
Tulis Komentar
Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.