Kembali

Bacaan Takbiran Versi Pendek dan Lengkap

Bacaan Takbiran Versi Pendek dan Lengkap

March 20, 2026

BACAAN TAKBIRAN LENGKAP

Menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Mengumandangkan takbir di malam hari raya (Idul Fitri maupun Idul Adha) adalah sebuah kesunnahan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk menghidupkan malam pergantian hari yang mulia. Suara takbir yang bersahut-sahutan dari surau, masjid, dan jalanan menjadi syiar kebesaran agama Islam.

Berikut adalah panduan lengkap bacaan takbir, baik versi pendek (yang sering diulang-ulang) maupun versi panjang (kamilah).


1. Bacaan Takbir Pendek

Ini adalah lafal takbir yang paling umum dan sering diulang-ulang secara bersahutan oleh jamaah.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Latin:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.

Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah."


2. Bacaan Takbir Panjang (Lengkap)

Setelah membaca takbir pendek sebanyak tiga kali, biasanya imam atau muadzin akan melanjutkan dengan bacaan takbir versi panjang berikut ini untuk menyempurnakan dzikir dan puji-pujian kepada Allah ﷻ.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Latin:
Allaahu akbar kabiiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukratan wa ashiilaa, laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illaa iyyaahu, mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundahu wahazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.

Artinya:
"Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Tiada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam untuk-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya. Tiada tuhan selain Allah semata, Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan bala tentara-Nya, dan menghancurkan golongan musuh-musuh-Nya sendirian. Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah."


Waktu Mengumandangkan Takbir

Sebagai tambahan informasi, terdapat perbedaan waktu mengumandangkan takbir antara Idul Fitri dan Idul Adha:

1. Idul Fitri: Takbir Mursal, yakni dikumandangkan mulai terbenamnya matahari pada malam tanggal 1 Syawal hingga Imam melakukan Takbiratul Ihram untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri.
2. Idul Adha: Selain di malam hari raya, terdapat Takbir Muqayyad, yaitu takbir yang dikumandangkan setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu lima waktu, mulai dari Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu Ashar pada hari Tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah).

Semoga dengan menggemakan kalimat-kalimat kebesaran Allah ini, hati kita semakin suci, dosa-dosa kita diampuni, dan desa kita senantiasa dilimpahi keberkahan. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.


Bagikan artikel ini:

Komentar

Tulis Komentar

Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.

Memuat data...